Samadua, 19 Oktober 2024 – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 2 Samadua menunjukkan kepedulian sosial mereka melalui aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir di Trumon dan sekitarnya.
Kegiatan yang digagas oleh siswa ini bertujuan untuk meringankan penderitaan warga yang terdampak banjir setelah curah hujan deras yang melanda daerah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Bencana banjir yang terjadi di Trumon, Aceh Selatan, telah merendam ratusan rumah, membuat warga kehilangan tempat tinggal dan memaksa sebagian besar dari mereka mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Banjir juga mengakibatkan terputusnya akses jalan dan terbatasnya bantuan logistik. Di tengah situasi yang sulit ini, OSIS SMAN 2 Samadua merespons dengan cepat untuk mengorganisir kegiatan kemanusiaan.
Ketua OSIS SMAN 2 Samadua, Khairil Anwar, menyatakan bahwa aksi penggalangan dana ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sekolah terhadap masyarakat sekitar. “Kami tergerak setelah melihat kondisi saudara-saudara kita di Trumon yang terkena dampak banjir.
Sebagai siswa, kami ingin berkontribusi, walaupun dalam kapasitas kami yang terbatas, namun kami percaya bahwa bersama-sama kita bisa memberikan dampak yang besar,” kata Khairil.
Penggalangan dana ini dilakukan dengan berbagai metode. Mulai dari pengumpulan sumbangan sukarela di lingkungan sekolah, door to door dan sumbangan di jalan setempat .
Menurut Khairil, hingga saat ini dana yang terkumpul mencapai Rp 2.159.000, dan dana yang terkumpul nantinya akan diserahkan melalui rekening pemerintah setempat.
Kepala Sekolah, Safridi Usmar S.Pd menyampaikan apresiasi yang besar terhadap inisiatif yang diambil oleh OSIS.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu korban banjir tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi para siswa dalam hal kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan OSIS ini. Ini adalah kesempatan untuk menumbuhkan rasa empati dan gotong royong di kalangan siswa.
Selain belajar di dalam kelas, penting bagi siswa untuk memahami bahwa mereka juga memiliki peran dalam membantu sesama di luar lingkungan sekolah,” ungkap safridi*.
*Kontributor: Andri Nurhayat
0 Komentar